Masalah dan Strategi Manajemen Perubahan Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Dari Perusahaan Jawatan Menjadi Perusahaan Umum

ABSTRAK

ENDAH SULASTIANA. Masalah dan Strategi Manajemen Perubahan Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo dari Perusahaan Jawatan Menjadi Perusahaan Umum (dibimbingan Oleh W.I.M. Poli dan Noer Bahry Noor)

Penelitian ini dibuat untuk menjawab pertanyaan apakah telah dilakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi dan mengidentifikasi masalah pokok yang mungkin muncul seiring dengan rencana pemerintah mengubah badan usaha RSWS dari Perjan menjadi Perum. Rencana perubahan itu baru merupakan wacana bagi sebagian karyawan RSWS padahal tengat waktu untuk memulai perubahan dari Perjan menjadi Perum adalah tengah bulan Juni 2005, sesuai amanat UU No 19/2003 tentang BUMN.

Mengingat keputusan akhir berada di tangan pemerintah (cq.Departemen Kesehatan, Kementrian BUMN, dengan persetujuan DPR) maka dapat dimengerti bahwa pihak RSWS baru menyiapkan langkah awal perubahan sambil menanti kejelasan keputusan resmi pemerintah. Perlu persiapan yang lebih serius agar proses perubahan tidak mengganggu kelangsungan hidup badan usaha RSWS dalam jangka panjang. Bahkan kini diperlukan pula upaya-upaya ekstra untuk meningkatkan pendapatan RSWS, selain memanajemeni sumber daya manusia dengan sebaik mungkin.

Sejumlah langkah strategis juga diusulkan di dalam tesis ini semata-mata dengan harapan agar proses transformasi dari Perjan menjadi Perum dapat berjalan mulus sesuai yang direncanakan.

 

ABSTRACT

ENDAH SULASTIANA. Problems and Strategies of the Transformation Management of Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital from a Perusahaan Jawatan into a Perusahaan Umum (Supervised by W.I.M. Poli and Noer Bahry Noor)

This research conducted in response to a dramatic transformation effort of the Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital from current state as a Perjan/ Perusahaan Jawatan (an autonomous unit of public owned hospitals) into a Perum/Perusahaan Umum (a corporatized unit of public owned hospitals). The queries have arisen had the hospital anticipate changes and identify potential problems resulted from the transformation arranged by the government? In fact, the transformation planning is still a gossip for a certain employees, showing the hospital readiness to receive the change.

 However, as the deadline is coming closer, there is nothing significant preparations have been made by the hospital. They will be ready to start to transform as soon as the government have already made the decision about the matter. A careful preparation should be made in line with the transformation process, to make sure it would not affect negatively to the future prospect of RSWS.

In addition, RSWS needs some improvement in their business process in order to increase their productivity, as well as to manage human resources properly. Other strategic steps offered here merely to make sure that the transformation process carried out appropriately as planned.

Kesimpulan

1.       Transformasi atau perubahan bentuk badan usaha Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo dari Perusahaan Jawatan menjadi Perusahaan Umum, menurut UU No. 19 tahun 2003 tentang BUMN, dijadualkan akan dilakukan dalam tahun 2005 ini. Namun pada kenyataannya masih terdapat silang pendapat di masyarakat, khususnya diantara Departemen Kesehatan dan Kementerian BUMN, sehingga keputusan akhir tentang perubahan menjadi Perum tersebut masih berada di tangan pemerintah dan DPR. Tidak heran maka banyak pihak yang masih bersikap wait and see.

2.       Penelitian ini dilakukan atas dasar premis bahwa rencana perubahan bentuk badan usaha RWS dari Perjan menjadi Perum akan benar-benar dilakukan dalam waktu dekat sesuai rencana pemerintah selama ini. Fokus penelitian ini adalah pada aspek manusia sebagai subyek sekaligus obyek perubahan itu sendiri. Penelitian dilakukan untuk menilai keselarasan antara pendapat dan pandangan para anggota direksi mengenai rencana perubahan tersebut dibandingkan dengan pengetahuan dan aspirasi sejumlah karyawan yang diteliti.

3.       Perbedaan pendapat diantara para anggota direksi RSWS tentang berbagai aspek seputar rencana perubahan menjadi Perum dinilai wajar sekaligus menunjukkan dinamika organisasi. Perbedaan dimaksud misalnya dalam hal menduga apakah RSWS akan berubah menjadi Perum atau melangkah surut kembali ke BLU, serta tentang rencana perubahan akan ditempuh dengan cara yang bagaimana dan berapa lama. Namun mereka besepakat bahwa yang harus dibenahi bersamaan dengan pelaksanaan perubahan RSWS adalah masalah kualitas dan kinerja SDM. Karenanya diperlukan langkah strategis untuk menangani SDM.

4.       Akan halnya pendapat dan aspirasi para karyawan yang diteliti, terlepas cukup representatif atau muwakil tidaknya pendapat mereka bila mengatasnamakan seluruh karyawan, sebagian besar menginginkan adanya sesi sosialisasi yang resmi dilakukan pihak rumah sakit, sebagai salah satu wujud kebersamaan dialogis, khususnya antara  karyawan dengan para petinggi perusahaan.

5.      Kalau pun perubahan menuju Perum jadi dilaksanakan mulai tahun ini juga maka, menurut hemat sebagian besar anggota direksi, perlu dilakukan perubahan secara bertahap, baik secara keseluruhan korporat atau pun partial per divisi atau bidang kerja bergantung kesiapan masing-masing untuk berubah. Kerangka waktu yang dibicarakan disini antara 1 sampai dengan 5 tahun, termasuk pengurangan betahap subsidi bantuan dana pemerintah.

Saran

1.       Salah satu kunci keberhasilan transformasi perusahaan adalah dukungan partisipatif antara unsur pimpinan dengan segenap karyawan. Setiap upaya untuk meraih dukungan karyawan perlu ditangani secara seksama demi menghindari konflik, tentangan, dan hambatan selama proses perubahan dan pasca perubahan. Memberikan rangkaian sosialisasi yang sistematis dan terjadual dengan baik kepada segenap karyawan adalah salah satu cara terbaik untuk menampung aspirasi dan mengundang keterlibatan  para karyawan. Tujuannya mendapatkan dukungan/komitmen dari stakeholders/pemangku kepentingan dalam menjalani perubahan.

2.       Penyehatan kemampuan keuangan (likuiditas) perusahaan adalah salah satu langkah penting yang harus diprioritaskan apabila RSWS berencana melakukan perubahan menjadi Perum. Kualitas keuangan yang terpercaya di mata para stakeholder akan memudahkan negosiasi dengan sebagian karyawan yang mungkin masih ragu-ragu untuk bergabung dengan Perum RSWS.  Langkah yang bisa diambil RSWS bisa diawali dengan penataan sistem informasi akuntansi yang terpadu berbasis komputer, tingkatkan fungsi pengawasan pada setiap pos pemasukan pendapatan maupun pos pengeluaran biaya, upayakan tambahan pendapatan bagi RSWS misalnya melalui re-engineering sistem kerja antar departemen yang selama ini menjadi profit center, dll.

3.       Upaya peningkatan pendapatan bisa juga digalakkan dengan berorientasi keluar RSWS, misalnya menciptakan peluang market dan produk pelayanan yang baru dan inovatif. Misalnya dengan menggalakkan kerjasama kemitraan dengan perusahaan asuransi, perusahaan pada umumnya, bahkan bila memungkinkan membina sendiri customer base agar bisa berinteraksi secara langsung dengan pasien potensial yang dalam jangka panjang pasti membutuhkan jasa pelayanan dokter maupun rumah sakit.

4.       Gagasan untuk menunda penghapusan subsidi pemerintah selama beberapa tahun kemuka dinilai cukup beralasan dan rasional. Namun harus ada batasan yang jelas selama berapa lama jangka waktunya, karena rencana semula pemerintah dengan perubahan menjadi Perum adalah untuk mendorong kemandirian RSWS. Untuk itu transformasi dimaksud perlu dilakukan secara relatif cepat, mungkin tidak ada kelonggaran waktu sampai 5 tahun seperti yang diangankan oleh sementara anggota direksi. Boleh jadi hanya akan diberi waktu antara 1 sampai maksimal 3 tahun. Beberapa perubahan, sistem akunting dan komputer misalnya, harus diubah secara serempak dan konsisten berlaku seterusnya.

5.       SDM perlu ditangani secara seksama untuk mengurangi dampak negatif bagi karyawan maupun RSWS. Perlu dibuat job analysis, job evaluation, job repositioning, sampai job relocation untuk menjawab kebutuhan SDM yang akan dialami RSWS apabila harus melakukan seleksi penempatan kembali karyawan Perum, sebagai wujud rasa tanggung jawab RS terhadap sebagian karyawan yang lebih memilih untuk keluar dari RSWS, misalnya dengan pemberian bantuan penempatan kerja di instansi lain. 

6.       Proses pengurangan karyawan yang keluar maupun yang akan direkrut masuk perlu dimanajemeni dengan baik agar tidak terjadi lagi kelebihan kapasitas atau over-employed yang pada akhirnya dapat memberatkan cashflow perusahaan. Penawaran pensiun dini atau pun golden shake-hand adalah salah satu upaya pengurangan pegawai yang lebih baik daripada misalnya sekedar menunggu dan membiarkan sebagian karyawan memasuki masa pensiun dengan alamiah sesuai jadualnya. Bila cara terakhir yang ditempuh sedikit banyak akan mempengaruhi kinerja dan produktivitas si karyawan itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Cole, Bill and Rick Seaman, (2005). Managing Change in Your Business The Attitude Bell Curve and Mental Toughness as Business Tools. (Internet: http://www.refresher.com/!bcrstools.html)

Departemen Kesehatan RI, (2005). Visi dan Misi Pembangunan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, (Internet: http://www.depkes.go.id/Ministry_of Health, Indonesia.htm)

Duhl, Leonard J., (1990). The Social Entrepreneurship of Change.  PACE University Press, New York.

Gamola, Paula. Making Good Kills – Stopping Projects, Quiting Jobs, Terminating Employees and Other Necessary Failures. (Internet: http://www.refresher.com/!pgkills.htm).

Hardiman, Achmad, (2003) Transformasi Kelembagaan Rumah Sakit. Temu Bentuk Badan Hukum RS Paska Perjan,13-14 Januari 2003.

Harding, April, L. Hawkins, M. Jakab, Alex.Preker, (2002). The introduction of market forces in the public hospital sector: from new public sector management to organizational reform, The World Bank Group: 01 June 2002,  (Internet: http://www/worldbank.org/)

Hesselbein, Frances, (1999). The Key to Cultural Transformation (Internet: http://www.pdff.org/leaderbooks/12I/spring99/fh.html)

Hutapea, Victor, (Kepala Biro Hukum Kementerian BUMN), (2004). Persero dan Perum Berdasarkan UU BUMN NO. 19 Thn 2003. Pembahasan Bentuk Badan Hukum Rumah Sakit Pasca Perjan, Hotel Ibis, Jakarta,  13 Januari 2004.

Jahna SR , (2005). Anatomy of a Turnaround,  (Internet: http://www.refresher.com/!jsrturnaround.html)

Kotter, John P, (1996).  Leading Change, Harvard Business School Press

Manao, Dr. Hekinus, (Kepala Pusat Akuntansi & Pelaporan BAKUN, Anggota Tim RUU Bidang Keuangan Negara) (2004), Badan Layanan Umum (BLU). Pembahasan Bentuk Badan Hukum Rumah Sakit Pasca Perjan. H. Ibis Slipi, Jakarta, 13 Januari 2004.

Poli, W.I.M, (1997). Catatan Tentang Empat Kasus Transformasi Masyarakat. Materi Kuliah Program Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Hasanuddin.

Poli, W.I.M, (2004/2005). Kuliah Manajemen SDM, Program Administrasi Rumah Sakit – Universitas Hasanuddin

Preker, Alexander and April Harding, (2004). The Economics of Hospital Reform: From Hierarchical to Market-Based Incentives, International Hospital Federation Projects, (Internet: http://www.hospitalmanagement.net)

Preker, Alexander, (2003). Innovations in Health Service Delivery: The Corporatization of Public Hospitals, Health Service Journal-The World Bank Group: 15 May 2003, (Internet: http://www1.worldbank.org/hnp/)

Riches, Anne, (2005). The Four Emotional Stages of Change  (Internet: http://www.refresher.com/!stagesofchange.html)

Rijadi, Suprijanto, (2005). Paradox Kebijakan Kelembagaan RS Pemerintah: Ke Arah Birokrasi Atau Korporasi? research paper belum diterbitkan, Program Administrasi Rumah Sakit, FKM – Universitas Indonesia

Robbins, Stephen P. and Mary Coulter, (1997). Management, Prentice Hall, (Internet: http://www.prenhall.com/robbinsmgt)

Roberts, A., (2000). The New Public Management An Overview, Queen’s University, (Internet: http://www.aroberts.org)

Santosa, Eddi, (2004). Perubahan Bentuk Rumah Sakit Pasca Perjan, seminar paper Perumusan Bentuk Badan Hukum Rumah Sakit, Departemen Kesehatan, Batam:Oktober 2004

Sekretariat Negara RI, (2000). PP no 6 tahun 2000 tentang Perusahaan Jawatan.

Sekretariat Negara RI, (2003). UU no 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.

Sjaaf,  Amal C.,  (2004). Pasca Perusahaan Jawatan Rumah Sakit.  Pembahasan Bentuk Badan Hukum Rumah Sakit Pasca Perjan, Hotel Ibis, Jakarta,  13 Januari 2004.

Sjaaf, Amal C, (2004). Perubahan Bentuk Rumah Sakit Pasca Perusahaan Jawatan, seminar paper Perumusan Bentuk Badan Hukum Rumah Sakit, Departemen Kesehatan, Batam: Oktober 2004

Smith, Gregory P, (2005). Fighting the Storm in a Sea of Change  (Internet: http://www.refresher.com/!storm.html)

Soeryo Soedibyo, Dr. Retty, MARS & Dr. Johnny Jurian Arifin, SpB(2004), Restrukturisasi Karyawan dari UPT Dinas Kesehatan Menju Persero (Pengalaman RS Haji Jakarta). Pembahasan Bentuk Badan Hukum Rumah Sakit Pasca Perjan. Hotel Ibis Slipi, Jakarta, 13 Januari 2004.

Williams,  Wendell, (2005). Why Almost All Organizational Change Efforts Fail  (Internet: http://www.refresher.com/!wwfail.html)

About these ads

Satu Balasan ke Masalah dan Strategi Manajemen Perubahan Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Dari Perusahaan Jawatan Menjadi Perusahaan Umum

  1. Luthfi mengatakan:

    Hehe, mas, kalo manajemen perubahan dari RS swakelola menjadi rs blud apa saja yang harus di persiapkan ya….
    tks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: