Penerapan Gagasan Melayani dengan Hati di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar

ABSTRAK

LILY LIDYA.     Penerapan Gagasan Melayani dengan Hati di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar ( dibimbing oleh W.I.M. Poli dan Nurshanty S.A. Sapada )

Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui (1) penyebab belum menyatunya motto “ Melayani dengan Hati “ dengan perilaku individu di dalam memberikan jasa pelayana di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, (2) factor – factor yang menghambat di dalam menerapkan motto “ Melayani dengan hati “di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo.

Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelayanan Gawat Darurat ( UPGD )Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Obyek pada  penelitian  ini adalah semua karyawan yang bertugas di UPGD yang terdiri dari perawat, co-ass, residen. dan dokter baik  dokter umum mau pun dokter spesialis. Jumlah informan ditetapkan dengan menggunakan teknik snow-ball. Metode pengambilan data yaitu : (1) observasi, (2) wawancara mendalam, (3) telaah dokumen.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) organisasi / SDM di Unit Pelayanan Gawat Darurat baik dokter, dokter ahli / konsulen, residen, co – ass dan perawat tidak mempunyai komitmen serta motivasi kerja, (2) sarana dan prasarana yang kurang memadai, (3) adanya dualisme kebudayaan yaitu antara budaya F – K UNHAS dan budaya RSWS. Maka dapat disimpulkan, bahwa akar permasalahannya adalah pelanggaran terhadap penggunaan anggaran yang telah disusun di dalam Rencana Kerja dan anggaran Perusahaan ( RKAP ). Kesemuanya ini menunjukkan rendahnya emotional intelligence dari pemimpin di RSWS, karena dampak dari pelanggaran terhadap RKAP tersebut  menyebabkan  Rumah Sakit  Dr. wahidin Sudorohusodo kesulitan dalam mengelola keuangannya sehingga menyebabkan anggaran berkurang baik untuk membayar uang jasa medis, mengangkat  pegawai kontrak, membayar para pemasok, membeli peralatan medis, obat – obatan, serta alat kesehatan lainnya.

ABSTRACTS

LILY LIDYA. The implementation  of providing services from the heart in the dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital in Makassar. (Supervised by W.I.M. Poli and Nurshanty S.A. Sapada)

This research was a qualitative study  with a case study design. The aim of this study was to identify  (1) the cause  of providing services from the heart could not be applicable at the level of individual in providing services in Wahidin Sudirohusodo Hospital, (2) the obstacle factors that has hamper the provision of services from the  heart  in Wahidin Sudirohusodo Hospital

This research was conducted  at the  emergency services Unit in dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital in Makassar. The object of this research was all employees in emergency room i.e. Nurses, co-assistant  medical doctor, resident medical doctors to both general practitioners and specialists medical doctor. The number of informant was determined by snowball technique. The method of data collection  was: (1) observation, (2) in – deep interview, (3) document review.

The result  of the study showed that (1) organization and health personnel at the emergency room i.e. medical doctor, specialist medical doctor, resident medical doctor, co-assistant  medical doctor, and nurses were lack of commitment and motivation in conducting their work (2) Structure and infrastructure were in – adequate: , (3) There was a clash of culture between Medical Faculty  culture and Wahidin Sudirohusodo Hospital culture.

The conclusion of the research showed that the root cause of the problem was the diviation of using hospital budgeting ang plan of action ( RKAP ). The overall cause was low emitional intelligence of the leadership in dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital. The effect of the hospital budgeting deviation and plan of action made the Wahidin Sudirohusodo Hospital management faced the difficulty in handling its financial budget. Lack of financial budget made the management Wahidin Sudirohusodo Hospital faced the difficulty to pay medical service, to hire new apprenticeships, to pay for the supplier, to purchase medical deviced and medicines, and ather health equipments.

Kesimpulan

Keberhasilan sebuah organisasi di dalam menghadapi persaingan yang tajam dewasa ini adalah dapat  beradaptasi dengan lingkungan yang turbulent. Untuk dapat bersaing, maka sebuah organisasi harus dapat memberi  kepuasan kepada pelanggannya  dengan cara  memberikan pelayanan yang prima. Untuk menghasilkan pelayanan yang prima dibutuhkan juga budaya organisasi yang prima, di mana budaya organisasi yang prima tersebut dihasilkan dari karyawan yang punya komitmen yang tinggi terhadap organisasi serta karyawan yang mempunyai motivasi kerja yang tinggi pula. Untuk mencapai semua itu dibutuhkan seorang leader yang  memiliki EQ yang tinggi, yang mau melakukan perubahan mulai dari dalam dirinya, sehingga mampu untuk menciptakan dan mewujudkan visinya ke dalam kenyataan serta membawa orang lain untuk secara bersama-sama mewujudkan visinya tersebut.

Seorang  leader mempunyai kemampuan untuk mengamati trend perubahan yang akan terjadi dimasa yang akan datang, kemampuan dalam mengkomunikasikan visi, misi, core beliefs and core values agar menjadi shared mission, shared vission, shared beliefs and shared values.

Dari paparan teori di Bab II, peneliti mengasumsikan bahwa emotional intelligence merupakan determinasi terjadinya faktor – faktor yang meyebabkan belum menyatunya motto “ Melayani dengan hati “ dengan perilaku individu di dalam memberikan pelayanan prima.

Saran

Schein  mengusulkan lima mekanisme yang berguna bagi seorang pemimpin. Kelima mekanisme sekunder tersebut adalah

1.  Desain terhadap struktur organisasi,

2.  Desain terhadap sistem – sistem dan prosedur -  prosedur  organisasi,

3.  Desain terhadap fasilitas – fasilitas untuk merefleksikan nilai – nilai   dasar 

     organisasi,   

1.  Desain terhadap struktur organisasi

Organisasi UPGD merupakan bagian organisasi RSWS, sehingga segala kebijakan yang dibuat oleh direksi RSWS  tanpa terkecuali berimbas juga terhadap UPGD,  begitu pula sebaliknya. Oleh sebab itu di dalam mendesain suatu struktur organisasi di dalam lingkup RSWS tersebut, sebaiknya pimpinan puncak  mulai menempatkan orang yang tepat, orang yang mau bekerja keras dan mempunyai komitmen yang tinggi terhadap RSWS.

2. Desain terhadap sistem – sistem dan prosedur -  prosedur  organisasi

Sebaiknya kedua pemimpin, baik yang berasal dari FK – UNHAS maupun RSWS mulai mendesain suatu prosedur pelayanan yang berjalan harmonis demi kepentingan pasien.

Segala macan ritual pendidikan serta protap – protap mungkin sebaiknya di desain lebih flekksibel  sehingga tidak merugikan pasien di satu sisi dan di sisi lainnya  tidak  menurunkan mutu pendidikan.

Di sisi manajemen RSWS, dibutuhkan suatu kerjasama yang baik antara para direksi sehingga segala kebijakan yang dibuat mempunyai satu tujuan. Kurangnya kerjasama tersebut  di perlihatkan   oleh beberapa direktur yang melakukan indispliner terhadap penggunaan anggaran yang berdampak pada menurunnya mutu pelayanan, padahal di sisi lain,  direktur lainnya berusaha menciptakan budaya organisasi yang berorientasi kepada pasien. Akhirnya tujuan ini tidak dapat tercapai karena para direksi seperti berjalan sendiri – sendiri di dalam membuat kebijakan.

3.  Desain terhadap fasilitas – fasilitas untuk merefleksikan nilai – nilai   dasar   organisasi.          

Perlunya melengkapi sarana / prasarana yang sangat dibutuhkan di dalam pelayanan demi kepentingan pasien, sehingga pasien yang puas yang akan kembali dan menyebarkan kepuasan tersebut kepada orang lain, sehingga kunjungan akan meningkat yang secara tidak langsung akan  berdampak pada meningkatnya uang jasa medis. Hal ini sudah tentu akan memuaskan karyawan yang mempunyai nilai terminal yang berbeda – beda sehingga akan memotivasi karyawan untuk bekerja lebih keras. Oleh karena itu, pihak manajemen RSWS di dalam membentuk budaya organisasi yang berorientasi kepada pelayanan prima, sebaiknya memulai secara  bottom – up dengan  melibatkan semua karyawan RSWS, agar perubahan organisasi yang diinginkan oleh pihak manajemen mendapat dukungan dari para karyawan. 

DAFTAR PUSTAKA

avolio, B.j  2004. Transformation leadership and organizational commitment http://www.                iacmr.  org/ Weichun Zhu_1.pdf/ transformation leadership, diakses 20 april                2005

Bharat. 2005. The Good Service, http://www.konvergeandknow.com/articles Html, diakses 20 April 2005

Clark, D.2005  Concept of Leadership. http://www.nwlink.com/ donclark/leader/ leadcon.html diakses  25 Maret 2005

Collins, J. 2004. Aligning Action and Value, http://www.pfdf.org/leadersbook,diakses 4 Maret  2003

Dattner. 2004 Succesding with emotional Intelligence  http://www. dattnerconsulting .com/ presentations/ei.pdf,  diakses 15 april 2005

DeVrye, C. 2001. Good Service is Good Business. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. p: 23 – 33

Krishnamurthy. 2004 Quality of care in Medicine. Http://www expresess health care management. Com/2000/0316/focus 1 html, diakses 2 April 2005

Lako, A. 2004      Kepemimpinan dan Kinerja Organisasi. Amara Book, Jakarta. p: 15 – 47

Luthans, F. 2004. Investing in people for competitive advantage, http://www.bus.  umich. edu/ Positive/   Reading/luthans_youssef_2004.pdf diakses 17 april  2005

Maurer, R. 2004.  Whay Resistance Matters.http://www. olfreshecom/resistancematters,html, diakses 27 Januasri 2005

Maslow,  A.H.  2003. A Theory of Human Motivation. http://www.psychclassics .yorku.ca/  maslow/ Motivation.  html diakses 20 Januari 2005

Moleong, L.J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif,PT Remaja RosdaKarya Bandung.p. 178

Mulyadi, Setyawan, J. 1994  . Sistem Perencanaan & Pengendalian Manajemen Sistem Pelipatgandaan Kinerja  Perusahaan. Aditya Media, Yogyakarta.

Nelson, Quick, 2000. Organizational Commitment, Prentice Hall, New York. p. 121 -122

Poli.  2004.   Emotional Intelligence dalam mata kuliah Manajemen Perilaku Organisasi. 

Schein, E. H.2004. Organizational Culture and Leadership 3nd Ed. Jossey-Bass Inc, San Fransisco.

Shortell,  Kaluzny. 1996. Essentials of Health Care Management, International    Thimson Publishing Company, p 87

Sutrisno, H. N, Budaya Perusahaan, Gaya Manajemen Sumber Daya Manusia, Dan Peningkatan Produktivitas. Pidato Dies Natalis ke-42 Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta, 19 Desember 1990.

Susanto, A.B, 1998. Budaya Perusahaan., PT Elex Komputindo, Jakarta. p. 25

Tenner, A.R ,  De Toro, D. Terjemahan Manajemen Mutu Terpadu, Program Magister administrasi dan Kebijakan Kesehatan. 2003

Trisnantoro, L, 2005.  Aspek Strategis manajemen Rumah Sakit “ antara misi sosial dan tekanan pasar “. Andi Jogyakarta, p: 45-89

Dattner, Succesding with emotional Intelligence  http://www.dattnerconsulting.com/  presentations/ei.pdf,  diakses 15 april 2005

The Texas Department of Health, emotional Intelligence http://www.tdh.state.tx.us/quality/ emotion.htm diakses 15 april 2005

Luthans, F. Investing in people for competitive advantage, http://www.bus.umich.edu/ Positive/Reading/luthans_youssef_2004.pdf diakses 17 april 2005

avolio, B.j  transformation leadership and organizational commitment http://www.iacmr.org/ Weichun_Zhu_1.pdf/ transformation leadership

Maslow,  A.H.  A Theory of Human Motivation. http://www.psychclassics.yorku.ca/ maslow/Motivation.html diakses 20 Januari 2005

About these ads

Satu Balasan ke Penerapan Gagasan Melayani dengan Hati di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar

  1. Triadji Djamzuri mengatakan:

    Mohon bantuan no telepon dr. uleng bahrun
    Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: