Analisis Hubungan Kepuasan Pasien dan Kepuasan Dokter dengan Minat Kembali pada Instalasi Laboratorium RSUD Labuang Baji Makassar

ABSTRAK

HANS LESMANA. Analisis Hubungan Kepuasan Pasien dan Kepuasan Dokter dengan Minat Kembali pada Instalasi Laboratorium RSUD Labuang Baji Makassar (dibimbing oleh Widodo J Pudjiraharjo dan Syahrir A. Pasinringi)

Penelitian ini berkaitan dengan rendahnya pemanfaatan jasa Instalasi Laboratorium rumah sakit bila dibandingkan dengan pelayanan rawat inap selama tahun 2004, yang cakupannya sebesar 34,5%.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pegaruh kepuasan pasien dan kepuasan dokter dalam pelayanan laboratorium RSUD Labuang Baji,Makassar sebagai customer rumah sakit, dan bagaimana minat kembali untuk menggunakan pelayanan laboratorium rumah sakit.

Hasil yang diperoleh pada pasien menunjukkan tangible, reliability, responsiveness, empathy dan assurance pelayanan Instalasi Laboratorium RSUD Labuang Baji berhubungan kepuasan pasien. Dimensi tangible, empathy,dan assurance memiliki nilai yang sama 43 orang, responsiveness 48 orang dan reliability 49 orang. Pada dokter diperoleh hasil bahwa dimensi tangible, reliability, responsiveness, empathy dan assurance mempengaruhi kepuasan dokter. Hasil yang diperoleh pada dokter dimensi tangible, reliability, responsiveness dan empathy memilki nilai yang sama7 orang, pada assurance 9 orang. Analisis ini jugs untuk mengetahui minat kembali pasien dan dokter pada Instalasi Laboratorium. Pada pasien diperoleh bahwa tidak ada hubungan kepuasan mutu pelayanan terhadap minat kembali pasien pada Instalasi Laboratorium RSUD Labuang Baji Makassar. Pada dokter sebaliknya bahwa kepuasan dokter berhubungan dengan minat kembali dokter untuk memanfaatkan Instalasi Laboratorium RSUD Labuang Baji.

Kata Kunci : Mutu Pelayanan, Kepuasan Pasien, Kepuasan Dokter dan Minat Kembali

ABSTRACT

HANS LESMANA. Analysis of patient and medical doctor satisfaction in connection with re-utilization of laboratory installation at the Labuang Baji Hospital (Supervised by Widodo J.Pudjihardjo and Syahrir A. Pasinringi).   

The research was conducted due to the low level of utilization at the service in laboratory installation at the hospital if it was compared by the utilization of in-service patient in the year of 2004, which had the coverage of 34,5%.

The aim of this research was to analyze patient and medical doctor satisfaction as customer in the hospital in connection with the service provided by laboratory installation, and the re-utilization of laboratory installation at the Labuang Baji Hospital Makassar.

The result of the research shows that the indicator of Reliability, Assurance, Tangible, Empathy and Responsiveness at the laboratory installation is tightly connected with the patient satisfaction. For patient, the dimension of Tangible, Empathy and Assurance has the same score, answered by 43 patients. Responsiveness dimension answered by 48 patients, and Reliability dimension answered by 49 patients. Whereas for the medical doctor, the dimension of Tangible, Reliability, Responsiveness, Empathy and Assurance influence medical doctor satisfaction. The score obtained from medical doctor’s perspective in the dimension of Tangible, Reliability, Responsiveness and Empathy dimensions is answered 7 people, but for Assurance is answered by  9 people. The analysis is also to identify the re-utilization of laboratory installation by patient and medical doctor.  For the patient, there is no relationship between patient’s satisfaction and the service quality provided by laboratory installation at Labuang baji Hospital Makassar. However, the medical doctor’s satisfaction is tightly connected with re-utilization of service in the laboratory installation by medical doctor.

Keywords:       Quality of Service, Patient Satisfaction, Medical Doctor Satisfaction, and Re-Utilization of Service.      

KESIMPULAN

1.      Semua dimensi mutu pelayanan (tangible, reliability, responsiveness, empathy, assurance) pada Instalasi Laboratorium RSUD Labuang Baji berhubungan dengan kepuasan pasien, dimana dimensi reliability merupakan yang tertinggi dibandingkan dimensi lainnya.

2.      Semua dimensi mutu pelayanan (tangible, reliability, responsiveness, empathy, assurance) pada Instalasi Laboratorium RSUD Labuang Baji berhubungan dengan kepuasan dokter, dimana dimensi assurance merupakan yang tertinggi dibandingkan dimensi lainnya.

3.      Minat kembali pasien pada Instalasi Laboratorium RSUD Labuang baji tidak berhubungan dengan kepuasan pasien, tetapi oleh faktor keperluan dasar pelayanan kesehatan, serta faktor rujukan dokter.

4.      Minat kembali dokter berhubungan dengan kepuasan pada Instalasi Laboratorium RSUD Labuang Baji, sebagai orang yang merujuk untuk memperoleh hasil yang adekuat.

SARAN

1.      Melakukan penelitian lanjut tentang dimensi reliability yang dominan terhadap kepuasan pasien sehingga dapat dipertahankan, dimensi tangible, empathy dan assurance terhadap rasa tidak puas pasien untuk menjadi bahan eveluasi untuk peningkatan layanan terhadap pasien.

2.      Melakukan penelitian lanjut tentang semua dimensi mutu (tangible, reliability, responsiveness, empathy dan assurance) untuk lebih memahami kebutuhan dokter sebagai masukan untuk meningkatkan rasa puas dokter akan pelayanan instalasi laboratorium.

3.      Melakukan koordinasi dengan dokter untuk memanfaatkan instalasi laboratorium balk pasien rumah sakit maupun pasien luar rumah sakit demi pengembangan layanan laboratorium dan RSUD Labuang Baji

DAFTAR PUSTAKA

Aditama,T.Y,1999. Management Administrasi Rumah Sakit, edisi kedua, Penerbit Universitas Indonesia

Amirullah. Perilaku Konsumen, Penerbit Graha Ilmu, Jakarta

Azwar,A,1996. Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan, Puctaka Sinar Harapan, Jakarta

Bungin,B,2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif Kom un ikasi, Ekonomi,dan  Kebijakan Publik Serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya,Prenada Media,Jakarta

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1999. Himpunan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Organisasi dan Tata Keda Rumah Sakit Umum, DepKes RI,Jakarta.

Djojodibroto,D,1997. Kiat Mengelola Rumah Sakit, Penerbit Hipokrates, Jakarta

Keiningham,T,2005. Loyalty Myths, Penerbit John Wiley dan Sons Mowen,J,1995.Perilaku Konsumen, edisi lima, Penerbit Erlangga, Surabaya

Ngatimin,R,2003. IlmuPerilaku Kesehatan,edisipertama,Yayasan  PK‑3,Makassar

Peter, P-Olson,J,2000. Consumer Behavior, Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran

Pohan,P,2000. Kualitas Pelayanan Kesehatan,edisi pertama, Graha Ilmu,Jakarta

Rekam Medik Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji, Tahun 2004, Makassar

Sutisna,S,2003. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran, PT Remaja Rosdakarya, Bandung

Trisnantoro,L,2005.Manajemen Rumah Sakit, Cetakan kedua, Gadjah MacI2 University Press

Tanner,A,DeToro,1,1991. Total Quality Management, Addison-Wesley Publishing Company

Wijono,D,1999. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan, volume kedua, Airlangga University Press, Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: