Analisis Relative Value Unit Versus Activity Based Costing Pada Unit Pelayanan Gawat Darurat Bedah di Rumah Sakit DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar

ABSTRAK

Nanik Ngudiwati. Analisis Relative Value Unit Versus Activity Based Costing Pada Unit Pelayanan Gawat Darurat Bedah di Rumah Sakit DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar. (Dibimbing Oleh Alimin Maidin dan Syahrir Pasinringi )

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh analisis penetapan tarif pada UPGD bedah berdasarkan biaya satuan perjenis tindakan (RVU) dengan perbandingan analisis ABC dalam rangka penetapan besaran tarif pada UPGD bedah RS Dr. Wahidin Sudiro Husodo Makassar.

Penelitian ini  merupakan study kwantitatif yang bersifat komperatif yang diharapkan dapat secara khusus memberikan gambaran tentang biaya satuan  perjenis tindakan (Relative Value Unit) dan besarnya  perbandingan hasil analisis ABC dalam penetapan tarif rasional  pada UPGD Bedah Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.

Besarnya biaya satuan (unit cost) pada bagian UPGD Bedah RS Wahidin Sudirohusodo berdasarkan rumus I (TC = FC + SVC +VC) maka biaya untuk jenis tindakan Laparatomy sebesar Rp. 1.388.876 Batu Buli – buli  sebesar Rp. 1,126,446 Atresi Ani sebesar Rp.,1,506,341 Hemoroidectomy sebesar Rp. 1,455,773, Prostatectomy sebesar  Rp. 1,581,070, Hernia Incer Cerata  sebesar Rp. 1,763,933, Cystectomy  sebesar Rp. 1,195,248., Kolostomy sebesar Rp. 1,073,355, Appendictomy  sebesar Rp. 1,147,616, Hypertropy Prostat sebanyak Rp. 2,240,002  dan Hysterectomy sebanyak Rp. 2,772,152.

Berdasarkan rumus II (TC = SVC + VC), maka biaya untuk jenis tindakan Laparatomy sebesar Rp. 1,019,207 Batu Buli – buli Rp. 875,927 Atresi Ani Rp., 1,166,941  Hemoroidectomy Rp. 1,139,907, Prostatectomy sebesar  Rp. 1,222,342, Hernia Incer Cerata  sebesar Rp. 1,373,419, Cystectomy  Rp. 890,578, Colostomy Rp. 819,872, Appendictomy  Rp. 892,897, Hypertropy Prostat Rp.  1,755,023 dan Hysterectomy sebanyak Rp. 2,181,579.

Berdasarkan rumus III besarnya biaya untuk jenis tindakan Laparatomy sebesar Rp. 777,302 Batu Buli – buli  Rp. 686,352, Atresi Ani Rp. 910,106, Hemoroidectomy Rp. 900,880, Prostatectomy  Rp. 950,880, Hernia Incer Cerata  Rp. 1,077,905, Cystectomy  Rp. 660,025, Kolostomy Rp. 628,053, Appendictomy  Rp. 700,142, Hypertropy Prostat Rp.1,388,023 dan Hysterectomy Rp. 1,734,673.

Besaran Unit Cost Berdasarkan ABC untuk tindakan  Laparatomy Rp. 1,088,222 Batu Buli – Buli Rp. 960,892 Atresia Ani Rp. 1,274,148, Hemoroidectomy Rp. 1,261,233, tindakan  Prostatectomy Rp. 1,331,233 hernia Incer Cerata Rp  1,509,067, Cystectomy Rp. 924,035,Tumor Rp.1,010,038,  Kolostomy  Rp. 879.274, Appendictomy Rp. 980.199, Hypertropy Prostat Rp. 1.943.232, Hysterectomy Rp. 2.428,543

Dari hasil penelitian yang dilakukan, unit cost yang diperoleh dengan metode ABC setara dengan perolehan unit cost yang diperoleh unit cost pada metode RVU yang hanya memperhitungkan  komponen biaya dimana TC=SVC+VC(Unit cost)

Kata kunci : Unit Cost, Relative Value Unit,Activity Based Costing, study kwantitatif komperatif

ABSTRACT

Nanik Ngudiwafi. Analysis of Relative Value Unit Versus Activity Based Costing at the Surgical Unit in Emergency Service Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital in Makassar. (Supervised by Alimin Maidin and Syahrir Pasinringi).

The aim of this research was to analyze the amount of actual tariff at the Surgical Unit in Emergency Service (UPGD) using the methods of Relative Value Unit (RVU) and Activity Based Costing (ABC) at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital in Makassar.

The study was a comparative-quantitative study. The analysis used in the study was the methods of RVU and the ABC.

The unit cost for each intervention based on the formula I TC = FC + SVC + VC) indicates that for Laparatomy is Rp. 1.388.876; Galll Stones is Rp. 1.126.446; Atresia Ani is Rp. 1.506.341; Haemorrhoidectomy is Rp 1.455.773; Prostatectomy is Rp.1.581.070; Colostomy is Rp.1.073.355.-apendectomy is Rp. 1.147.616; Hypertrophy Prostate is Rp.2.240.002; and Hysterectomy is Rp. 2.772.152.

The unit cost for each intervention based on the formula II (TC = SVC + VC) shows that for Laparatomy is Rp. 1.019.207; Gall Stones is Rp.875.927. atresi Ani is Rp.1.166.941. Haemorrhoidectomy is Rp. 1.139.907. Prostatectomy is Rp. 1.222.342. Hernia Incer Cerata is Rp. 1.373.419. Cystectomy is Rp. 890.578. Colostomy is Rp.819.872. Appendectomy is Rp. 892.897. Hypertrophy of Prostate is Rp. 1.755.023 and Hysterectomy is Rp. 2.181.579.

The unit cost for each intervention based on the formula III indicates that for Laparatomy is Rp. 777.302. Gall Stones is Rp. 686.352. Atresi Ani is Rp. 910.106. Haemorrhoidectomy is Rp. 900.880; Prostatectomy is Rp. 950.880; Hernia Incer Cerata is Rp. 1.077.905; Cystectomy is Rp. 660.025; Colostomy Rp. 628.053; Appendectomy Rp. 700.142;            Hypertrophy Prostate is Rp. 1.388.023 and Hysterectomy is Rp. 1.734.673.

The unit cost for each intervention based on ABC method shows that for Laparatomy is Rp. 1.088.222. Gall Stones is Rp. 960.892. Atresia Ani is 274.148 Haemorrhoidectomy is Rp. 1.261.233; Prostatectomy is Rp. 223; Hernia Incer Cerata is Rp. 1.509.067; Cystectomy is Rp. 924.035; Tumor is Rp. 1.010.038; Colostomy is Rp. 879.274; Appendectomy is Rp. Hypertrophy Prostate is Rp. 1.943.232; and Hysterectomy is Rp. 2.428.543.

The study indicates that the unit cost based on the method of ABC and z’:duce the same result.

Keywords: Unit Cost, Relative Value Unit, Activity Based Costing, Comparative study.

KESIMPULAN

1.       Besarnya biaya tetap (fixed cost) di RS Wahidin Suidirohusodo Makassar untuk satu tahun (tahun 2005) adalah Rp.1.539.072 845,-

2.       Besarnya biaya operasional tetap (semivariable cost) di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk satu tahun (tahun 2005) adalah Rp1.071.246.949

3.       Besarnya biaya operasional tidak tetap (variable cost) di RS Wahidi Sudirohusodo Makassar untuk satu tahun (tahun 2005) adalah Rp 199.723.447

4.       Besarnya biaya total (total cost) di RS Wahidin Sudirohusodo  Makassar untuk satu tahun (tahun 2005) berdasarkan komponen biayanya adalah: TC 1 = Rp 1.539.072.845, TC 2 = Rp. 1.071.246.949 , TC 3 =  Rp. 199.723,447

5.       Besarnya biaya satuan (unit cost) pada bagian UPGD Bedah RS Wahidin Sudirohusodo adalah:

A.  Berdasarkan Metode RVU

·         Biaya satuan (unit cost) di Bagian Bedah berdasarkan rumus I (TC = FC + SVC +VC). Berdasarkan rumus I (TC = FC + SVC +VC) maka biaya untuk jenis tindakan Laparatomy sebesar Rp. 1.388.876 Batu Buli – buli  sebesar Rp. 1,126,446 Atresi Ani sebesar Rp., 1,506,341 Haemorroidectomy sebesar Rp. 1,455,773, Prostatectomy sebesar  Rp. 1,581,070, Hernia Incarcerata  sebesar Rp. 1,763,933, Cystectomy  sebesar Rp. 1,195,248., Kolostomy sebesar Rp. 1,073,355, Appendictomy  sebesar Rp. 1,147,616, Hypertropy Prostat sebanyak Rp. 2,240,002  dan Hysterectomy sebanyak Rp. 2,772,152.

·         Berdasarkan rumus II  (TC = SVC + VC). Berdasarkan rumus II  (TC = SVC + VC), maka biaya untuk jenis tindakan Laparatomy sebesar Rp. 1,019,207 Batu Buli – buli  sebesar Rp. 875,927 Atresi Ani sebesar Rp., 1,166,941  Haemorroidectomy sebesar Rp. 1,139,907, Prostatectomy sebesar  Rp. 1,222,342, Hernia Incarcerata  sebesar Rp. 1,373,419, Cystectomy  sebesar Rp. 890,578, Kolostomy sebesar Rp. 819,872, Appendictomy  sebesar Rp. 892,897, Hypertropy Prostat sebanyak Rp.  1,755,023 dan Hysterectomy sebanyak Rp. 2,181,579.

·         Untuk rumus III (TC = VC). Berdasarkan runus III besarnya biaya untuk jenis tindakan Laparatomy sebesar Rp. 777,302 Batu Buli – buli  sebesar Rp. 686,352, Atresi Ani sebesar Rp. 910,106, Haemorroidectomy sebesar Rp. 900,880, Prostatectomy sebesar  Rp. 950,880, Hernia Incarcerata  sebesar Rp. 1,077,905, Cystectomy  sebesar Rp. 660,025, Kolostomy sebesar Rp. 628,053, Appendictomy  sebesar Rp. 700,142, Hypertropy Prostat sebanyak Rp.1,388,023 dan Hysterectomy sebanyak Rp. 1,734,673.

B.  Berdasarkan Metode Activity Based Costing

Besaran Unit Cost untuk tindakan  Laparatomy Rp. 1,088,222 tindakan Batu Buli – Buli Rp. 960,892 tindakan  Atresia Ani Rp. 1,274,148, tindakan  Haemmoroidectomy Rp. 1,261,233, tindakan  Prostatectomy Rp. 1,331,233 tindakan  hernia Incercerata Rp  1,509,067, tindakan  Cystectomy Rp. 924,035,tindakan  Tumor Rp. 1,010,038, tindakan  Kolostomy  Rp. 879.274, Appendictomy   Rp. 980.199, tindakan  Hypertropy Prostat Rp. 1.943.232, tindakan  Hysterectomy Rp. 2.428,543.

SARAN

1.       Kesulitan terbesar dalam melakukan analisis biaya adalah pengumpulan data, karena itu untuk mendukung pelaksanaan perhitungan analisis biaya selanjutnya sebaiknya sistim pencatatan dan pelaporan rumah sakit harus dikelola secara profesional dan transparan sesuai dengan petunjuk teknis yang ada.

2.       Kesulitan terbesar dalam melakukan analisis biaya ini adalah pengumpulan data, karena data ini sangat penting untuk menghitung Activity-Based Costing. Oleh karena itu, kepada Bagian SIMRS dan Keuangan RSU Wahidin Sudirohusodo Makassar perlu melakukan pencatatan data yang profesional dan sistematik sesuai dengan keadaan yang berlaku di rumah sakit.

DAFTAR PUSTAKA

Amin Wijaya  Tunggal ,Drs, AK,MBA. 1992 Activity Based Costing, Rineka Cipta

Amin Wijaya Tunggal , Drs, AK,MBA.2003 Activity Based Costing, Harvarinda Jakarta.

Departemen Kesehatan RI Pola Tarif Rumah Sakit Pemerintah. Kep.Menkes RI No.582 /Menkes/ SK/ VI 1993

Dachary, Sundarty,Alimin Maidin 2003 analisis biaya satuan perjenis tindakan(Relativ Value Unit) pada unit bedah RS Haji Makassar(Skripsi: tidak diterbitkan).Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Makassar

Gani, Ascobat.2000. Pembiayayaan Rumah Sakit Dalam Turbulensi lingkungan RS diera globalisasi yang semakin  kompetitif. Seminar Manajemen Perubahan diRumah Sakit dalam menghadapi abad 21, Jakarta

Gani, Ascobat 1989. Pembiayayaan Rumah Sakit diIndonesia; Implikasinya pada upaya peningkatan kemampuan manajemen keuangan rumah sakit. Seminar evaluasi performance rumah sakit.dan penetapan kurikulum Hospital Manajeman training .Dirjen Yanmendik Depkes .Jakarta.

Maidin,Alimin,Kasman,SriYana,M.2002.Pembiyayaan Sektor Kesehatan. Laboratorium Komputer AKK. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makasar.

Strategi dan kendala aplikasi di rumah sakit2003 Activity Based Costing. Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM.

Maidin,Alimin,Kasman, Sri Yana, Laporan penelitian unit cost Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2004.

2 Balasan ke Analisis Relative Value Unit Versus Activity Based Costing Pada Unit Pelayanan Gawat Darurat Bedah di Rumah Sakit DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar

  1. adiani mengatakan:

    saya ingin baca buku lengkapnya bisakah ? trimakasih

  2. dewa ariatana mengatakan:

    kalau bisa mohon dikirim penelitian secara lengkap ke alamat e-mail saya untuk sharing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: